Senin, 01 Januari 2018

Nampaknya Distribusi Android Versi Oreo Tidak Berjalan Mulus



Satu bulan setelah diluncurkan, distribusi OS Android versi 8 (Oreo) tak semanis julukannya. Android Oreo tercatat masih belum mencapai angka satu persen. Berdasarkan data yang dirilis Google dalam web developer Android, distribusi Android Oreo baru mencapai 0,5 persen.

Angka ini dihimpun Google selama seminggu berdasarkan perangkat yang telah mengakses Play Store per tanggal 4 Desember hingga 11 Desember 2017.

Meski rendah, distribusi Android Oreo mengalami kenaikan dibanding bulan November lalu.  Sebelumnya, Google telah menghimpun data dengan metode sama. Saat itu, tercatat distribusi Android Oreo hanya berada di angka 0,3 persen dari jumlah total.


Sebelumnya, Android Oreo diketahui baru terpasang di ponsel besutan Google, Pixel 2. Kali ini, OS Oreo mulai merambah ke HTC 11 dan U11 Life. Sony juga sudah menggunakan OS Oreo untuk perangkat barunya yakni Xperia XZ, ZXs, dan X.

Sedangkan  pabrikan lain, seperti Essential, OnePlus dan LG, diketahui  meluncurkan program Android 8.0 beta baru-baru ini. Dengan demikian, angka distribusi Oreo kemungkinan akan meningkat.

Berbeda dengan Android 7.0 (Nougat ) yang naik 1,7 persen menjadi 19,3 persen. Sedangkan untuk Nougat versi 7.1 mengalami kenaikan satu poin menjadi 4 persen.

Meski masih bercokol di posisi pertama, Android Marshmallow mengalami penurunan 1,2 persen menjadi 29,7 persen. Penurunan yang sama juga terjadi pada Android Lolipop sebanyak 1,5 persen menjadi 27,3 persen.

Penurunan ini dianggap wajar karena pengguna dipastikan meninggalkan perangkat atau Android versi lama seiring dengan gadget baru dan penyebaran Android versi baru.

Bicara tentang OS, kompetitor Android, iOS juga merilis sistem operasi terbarunya yakni iOS 11. Jika dibandingkan dengan iOS 11, distribusi OS Android Oreo tergolong lamban.

Sejak pertama dirilis, distribusi iOS 11 mencapai 52 persen dibandingkan distribusi OS mobile Apple secara keseluruhan. Namun perlu dicatat bahwa angka ini masih kalah dibandingkan dengan distribusi iOS 10 pada saat peluncuran pertama.

Alasannya, adopsi iOS 11 pada perangkat lama menimbulkan banyak masalah pada hardware sehingga menyebabkan Apple harus melakukan peninjauan ulang.

Aplikasi Pencegah Salah Ketik Atau Typo di Android



Salah ketik (typo) atau penerapan program auto correct yang kurang tepat saat mengirim pesan teks kadang kala mebuat pengguna Android merasa kesal. Pasalnya, perbedaan satu huruf bisa mengubah makna dari isi pesan secara keseluruhan.

Kini, typo dan auto correct yang kurang tepat di ponsel Android bisa diatasi dengan aplikasi keyboard bernama Grammarly. Pengembang Grammarly kini menghadirkan aplikasi ini untuk platform Android, setelah sebelumnya hanya tersedia di iOS. Grammarly bisa diunduh di Play Store melalui tautan berikut ini.

Grammarly sejatinya merupakan sebuah website yang melayani penggunanya melakukan pengecekan tata bahasa (grammar) terhadap tulisan berbahasa Inggris secara online.

Namun seiring dengan berkembangnya perilaku masyarakat dalam menggunakan internet, Grammarly mengadopsinya dalam fitur aplikasi keyboard.

Grammarly bekerja menggunakan sistem berbasis komputasi awan (cloud). Itulah yang membuat Grammarly dapat menerjemahkan dan memperbaiki tata bahasa lebih tepat dibandingkan fitur auto correct bawaan smartphone.

Meski begitu, Grammarly tetap bisa digunakan ketika sambungan internet terputus (offline). Alasannya, Grammarly bisa melakukan sinkronisasi otomatis terhadap perangkat meski hanya sebatas kosa kata.  

Namun tetap saja, jika ingin menggunakan aplikasi ini secara optimal, pengguna harus tersambung dengan koneksi internet (online). Sebab, jika tersambung internet, mode koreksi advance bisa diaktifkan, yang bisa melakukan koreksi berdasarkan konteks kalimat.

Sebagai aplikasi yang dikembangkan pihak ketiga, masalah keamanan biasanya muncul sebagai isu. Tapi rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan Grammarly. Sebab aplikasi ini menyediakan sistem enkripsi, sehingga informasi sensitif seperti nomor kartu kredit tidak dapat diakses oleh siapa pun, kecuali pengirim dan penerima.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KompasTekno dari Android Authority, Jumat (15/12/2017), Grammarly tersedia dalam bahasa Inggris 'British' dan 'American'. Belum diketahui kapan Grammarly akan melengkapi fiturnya dalam versi bahasa lain seperti bahasa Indonesia. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Alasan Smartphone Yang Diproduksi Xiomi Harganya Murah



Harga jual ponsel berkualitas di bandrol dengan harga sangat terjangkau, Mengapa bisa? Xiaomi dikenal sering menelurkan produk-produk smartphone berharga miring. Spesifikasi yang ditawarkan kerap setara atau lebih tinggi dibanding kompetitor sekelas, tapi banderolnya lebih murah.

Begitu juga dengan smartphone flagship Xiaomi, seperti Mi Mix 2 yang dibanderol 500 Euro di pasaran Eropa, hanya setengah dari harga Galaxy Note 8 atau iPhone X yang setanding.

Bagaimana bisa? Rahasianya mungkin terletak di model bisnis Xiaomi di China yang berbeda dari praktiknya di wilayah pasar lain.

Ponsel-ponsel Xiaomi menjalankan OS Android yang dilapis antarmuka ala Xiaomi, MIUI. Di China, MIUI ini banyak dijejali iklan yang muncul di berbagai tempat di dalam antarmuka, bukan hanya di lockscreen.

Seperti dirangkum KompasTekno dari PhoneArena, Minggu (31/12/2017), bagi pengguna ponsel Xiaomi di China, iklan adalah “fitur” yang sengaja dibenamkan sebagai bagian dari ponsel.

Saking banyaknya promosi yang muncul lewat MIUI, sebagian pengguna di China memplesetkan nama antarmuka tersebut menjadi AdUI, kependekan dari advertisement UI.

CEO Xiaomi Lei Jun pernah menjawab kritik soal penyaluran iklan lewat ponsel-ponsel Xiaomi di China yang dinilai mengganggu dan berjanji bakal mengurangi penampakan iklan.

Lucunya, ponsel XIaomi yang dipasarkan di luar China, termasuk Indonesia, tidak menampilkan iklan. Hal menyebalkan tersebut sekarang hanya merecoki para pengguna di Negeri Tirai Bambu.