Selasa, 28 Agustus 2018

Taman Kecerdasan Buatan Terbesar di Dunia Akan Segera di Bangun


Pemerintah China sedang merancang taman dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Mereka berambisi menjadi yang terdepan untuk urusan AI di 2025.

Tak tanggung-tanggung, China menganggarkan USD 2 miliar atau setara Rp 26,9 triliun untuk membangun taman penelitian AI ini. Beijing barat dipilih sebagai lokasi taman yang dimaksud.

Jumat (5/1/2018), taman penelitian AI itu bisa menampung sekitar 400 perusahaan dan diperkirakan akan menghasilkan sampai 50 miliar Yuan setiap tahunnya.

Zhongguacun Development Group selaku pengembang taman AI ini berharap bisa bermitra dengan sejumlah universitas asing dan mendirikan laboratorium AI tingkat nasional di wilayah tersebut. 

Keberadaan fasilitas kecerdasan buatan ini juga bertujuan menarik perusahaan yang mengerjakan data besar, identifikasi biometrik, pembelajaran mendalam, dan komputasi awan.

Kontroversi AI

China beranggapan, pengembangan kecerdasan buatan tidak hanya membantu meningkatkan perekonomian, tetapi juga mengarah pada dominasi negara untuk menguasai dunia. 

Beberapa pesohor juga yakin akan hal ini. Misalnya Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia meyakini, di masa depan, negara yang memimpin AI akan menjadi penguasa jagat. 

Nada serupa diucapkan miliarder teknologi Elon Musk. Bos dari SpaceX dan Tesla itu memandang AI memungkinkan untuk terciptanya perang dunia ketiga.

Sementara itu, mantan CEO Google Eric Schmidt telah memprediksi bahwa China akan menyusul Amerika Serikat dalam urusan pengembangan AI. 

Negeri Tirai Bambu ini telah menerbitkan strategi kecerdasan buatan dan ingin jadi pemimpin dunia di bidang AI pada 2025.

"Pada 2020, mereka (China) akan berhasil menyusul. Pada tahun 2025, mereka akan lebih baik dari kita (Amerika Serikat). Dan pada 2030, mereka akan mendominasi industri AI," sebutnya.

'Perseteruan' antara China dan Amerika Serikat di bidang teknologi bisa dilihat dari perusahaannya. Amerika Serikat punya Google, Facebook, Microsoft, Apple, hingga IBM, sedangkan China mempunyai perusahaan yang sedang agresif saat ini, seperti Alibaba, Baidu, dan Tencent.

Rabu, 22 Agustus 2018

Cara Menjawab Pertanyaan saat Wawancara Kerja

Cara Menjawab Pertanyaan saat Wawancara Kerja

Kesempatan wawancara dalam rekrutmen kerja adalah hal yang tak boleh disia-siakan. Semua hal harus dipersiapkan, tidak hanya penampilan tapi terutama adalah cara menjawab pertanyaan tak terduga.

Biasanya, ada satu pertanyaan 'sederhana' tapi jawabannya bisa menentukan apakah Anda dianggap layak untuk diterima atau tidak.  Salah satu pertanyaan yang bisa menjadi jebakan adalah "Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?". Secara naluri Anda mungkin ingin mengatakan, "Karena saya hebat," namun bukan itu yang ingin didengar oleh pewawancara.

Inilah strategi yang bisa Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan jebakan dalam sebuah wawancara kerja.

Tetap rendah hati

"Jawaban terbaik untuk pertanyaan ini harus meliputi kombinasi antara antusiasme, kepercayaan diri dan kerendahan hati," kata pewawancara SiriusXM dan penyiar Ken Coleman.

Jika Anda melamar pekerjan yang menjadi passion Anda, maka jawablah dengan senyum lebar dan kata-kata yang menunjukan antusiasme.

Anda bisa mengatakan bahwa posisi tersebut merupakan pekerjaan impian serta katakan bahwa Anda memiliki bakat dan ingin memaksimalkannya dengan passion dan semangat bagi tim dan organisasi.

Bayangkan Anda pewawancara

Menurut konsultan karier Elana Konstant, pikirkan pertanyaan tersebut dari sudut pandang pekerja. Kira-kira pihak pewawancara ingin tahu mengapa Anda layak direkrut.

"Fokuskan pada apa yang mempengaruhi tantangan perusahaan-perusahaan, proyek yang akan datang, perubahan industri dan sebagainya," ucapnya.

Proses wawancara pada dasarnya adalah sebuah penjajakan untuk menentukan apakah Anda cocok untuk posisi yang dilamar dan perusahaan secara keseluruhan.

Lakukan penelitian tentang perusahaan melalui LinkedIn dan atau situs perusahaan sehingga Anda bisa belajar sebanyak mungkin tentang budaya perusahaan sebelum proses wawancara.

Anda juga perlu melakukan simulasi wawancara dengan bantuan teman dan keluarga, terutama pagi hari sebelum wawancara. Mintalah mereka memperhatikan gerak tubuh dan postur tubuh Anda untuk memastikan Anda menghindari 10 Bahasa Tubuh yang Mendatangkan Citra Buruk.

Siapkan poin-poin penting

Pakar dari situs karier Monster Vicki Salemi menyarankan untuk mempersiapkan poin-poin penting dalam wawancara kerja.

"Anda perlu meyakinkan bahwa Anda memiliki keterampilan dan pengalaman untuk berperan, berbicara dengan antusias, penuh gairah dan kemudian mempraktikkanya langsung saat wawancara," ucapnya.

Salemi juga mengatakan bahwa soft skill juga menjadi hal penting selain resume yang memikat. Pewawancara biasanya akan memilih pekerja yang memiliki semangat dan passion yang ada dalam diri mereka.

Tidak masalah sedikit membual

Salemi menyarankan agar kita tidak usah malu-malu saat berada dalam proses wawancara. Pewawancara bahkan mengaharapkan kita untuk sedikit membual.

"Tak apa mengatakan sesuatu seperti, 'Anda harus mempekerjakan saya karena saya memiliki keunggulan dalam keahlian yang dibutuhkan untuk posisi ini," ucapnya.

Cobalah untuk mengatakan segala hal yang telah Anda lakukan untuk mencapai posisi Anda saat ini. Juga, jangan lupa katakan pengalaman dan prestasi yang telah Anda miliki. Setelah itu, katakanlah mengapa Anda berhak lolos dalam rekrutmen ini.

Rabu, 01 Agustus 2018

Malaysia Bakal Buat Mobil Tanpa Pengemudi, Indonesia?


Mobil otonom tanpa sopir tak hanya dikembangkan pabrikan raksasa. Bahkan, perusahaan rintisan dari Malaysia pun sudah mulai mengembangkan teknologi serupa.

Diberitakan Paultan, Jumat (8/12/2017), Reka Studios, perusahaan startup dari Malaysia yang berkecimpung di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) saat ini dalam tahap awal mengembangkan teknologi kendaraan tanpa sopir. Tahap awal, mereka mengembangkan foklift tanpa sopir untuk digunakan di pabrik.

Reka sejak september 2016 sudah mulai mengembangkan teknologi tanpa sopir. Hasil karya mereka sudah menjalani serangkaian tes dan demonstrasi di acara dan pameran. 

CEO Reka Studios Muhammad Haziq Faris Hasnol, menjelaskan semuanya berawal dari sebuah chip elektronik yang mereka produksi. Chip itu diberi nama Reka Innovation Gear (RIG). 

"Seperti kebanyakan mobil tanpa sopir yang ada saat ini, sistem yang kami kembangkan ada di kategori mengemudi otonom level 3," katanya. Teknologi mobil otonom kelas 3 memungkinkan mobil bergerak sendiri dengan manusia harus tetap mengawasi kemudi.

Mobil otonom yang dikembangkan Reka mampu berlari anara 60-80 km/jam. Untuk berbelok di persimpangan, mobil itu menempuh kecepatan 20-30 km/jam. Jarak pengereman minimal 5-10 meter.

Saat ini, Reka menguji dua unit Proton Perdana berperangkat otonom yang dipinjamkan oleh Majlis Amanah Rakyat (MARA) dan Nano Malaysia. Mobil itu sudah sering jalan-jalan untuk demo publik. Mobil sudah dilengkapi dengan kamera, sensor radar dan laser.

Berikut Videonya: