Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengulik Lebih Dalam Mengenai Jasa Pengurusan SLF Beserta Macam Macamnya


Pada saat ini, gedung gedung yang menjulang tinggi telah banyak dibangun dimana mana. Akan tetapi, sebelum digunakan atau dihuni, deretan gedung tersebut harus melalui beberapa tes dan memiliki sertifikat laik fungsi. Oleh karenanya, jasa pengurusan SLF disini sangatlah diperlukan. Ingin tahu lebih dalam mengenai informasi yang satu ini? Yuk simak disini!

Sekilas Mengenai Jasa Yang Satu ini

SLF atau kepanjangan dari sertifikat laik fungsi merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk bangunan gedung baru yang sudah selesai dibangun. Jenis sertifikat yang satu ini baru bisa diterbitkan apabila gedung baru tersebut telah memenuhi kelaikan fungsi berdasarkan hasil dari pemeriksaan

Tak hanya itu saja, gedung yang sudah selesai dibangun dan ingin memperoleh SLF juga sudah harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis keandalan bangunan gedung. Umumnya, SLF untuk bangunan non rumah tinggal akan memiliki masa berlaku hingga 5 tahun sejak diterbitkan. Jadi, sebuah gedung yang telah selesai dibangun baru bisa digunakan ketika sudah memiliki SLF. 

Deretan gedung non rumah tinggal yang harus memiliki SLF antara lain adalah gudang, pabrik atau kantor, hotel, pusat perbelanjaan, hingga rumah susun atau apartemen. Mengingat semakin banyaknya gedung gedung tersebut menjadikan jasa pengurusan SLF terus bermunculan. Biasanya, SLF dapat diterbitkan pada bangunan tunggal dan yang lainnya. 

Apabila suatu bangunan gedung telah memiliki SLF namun terdapat perubahan pada bangunan tersebut, maka sang pemilik wajib melakukan perubahan SLF. Namun, terkadang memiliki bangunan juga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengurus persyaratan perubahan sertifikat tersebut. Maka dari itu, disinilah jasa pengurusan dari SLF ini sangat berguna bagi anda. 

Beberapa Macam Klasifikasi SLF

1. Kelas A

Klasifikasi sertifikat laik fungsi yang pertama adalah kelas A. Bangunan gedung pencakar langit yang dimana sering dijumpai pada kota kota besar termasuk pada klasifikasi kelas A. Gedung yang dapat masuk ke klasifikasi satu ini harus memiliki lebih dari 8 lantai. Beberapa gedung yang  masuk ke dalam kelas A yakni apartemen dan hotel. 

2. Kelas B

Selain kelas A, terdapat pula klasifikasi kelas B, yakni diperuntukkan untuk bangunan yang levelnya di bawah kelas A . Gedung bangunan besar yang dimana memiliki tidak lebih dari 8 lantai masuk ke dalam klasifikasi kelas B. Apabila memiliki gedung seperti pusat perbelanjaan, anda dapat menghubungi jasa pengurusan SLF untuk membantu pengajuan sertifikat jenis kelas B. 

3. Kelas C

Jenis klasifikasi SLF yang berikutnya adalah kelas C. Diantara klasifikasi kelas A, B, C, hingga D, perbedaanya terdapat pada jenis bangunannya. Jik kelas A dan B ditujukan untuk bangunan gedung non tempat tinggal, klasifikasi kelas C ini ditujukan terhadap gedung yang digunakan sebagai tempat tinggal yang memiliki luas lebih dari 100 m2. 

4. Kelas D 

Klasifikasi sertifikat laik fungsi yang terakhir adalah kelas D. Jenis klasifikasi ini ditujukan pada gedung yang memiliki karakteristik di bawah kelas C. Umumnya, gedung yang digunakan sebagai tempat tinggal dengan luas kurang dari 100 m2 akan masuk kedalam klasifikasi ini. Dengan adanya karakteristik gedung dan klasifikasinya tersebut dapat memudahkan jasa pengurusan SLF. 

Itulah deretan informasi mengenai jasa untuk pengurusan sertifikat laik fungsi mulai dari pengertian hingga macam macamnya. Adanya informasi tersebut semoga dapat anda jadikan referensi saat ingin mengurus sertifikat gedung anda. Sehingga, setelah selesai dibangun, gedung anda bisa segera difungsikan karena telah memiliki SLF. 

Posting Komentar untuk "Mengulik Lebih Dalam Mengenai Jasa Pengurusan SLF Beserta Macam Macamnya"

banner
banner