Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Asuransi Syariah di Indonesia, Intip Manfaat dan Dasar Hukumnya



Asuransi adalah salah satu bentuk perjanjian antara pihak tertanggung dan penanggung. Dalam jenisnya sendiri, terdapat asuransi Syariah yang menganut konsep islami dalam prakteknya. Bagi anda yang penasaran, maka sebaiknya anda pun bisa  mengintip apa itu asuransi Syariah dan juga manfaat serta dasar hukumnya berikut ini.

Apa yang Dimaksud Dengan Asuransi Syariah?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang asuransi Syariah, tentunya anda harus tahu terlebih dahulu pengertian dari jenis asuransi satu ini. Dapat dikatakan jika asuransi Syariah merupakan asuransi yang memiliki konsep yakni peserta akan saling menanggung resiko dengan menghibahkan sebagian atau seluruh dari kontribusi melalui dana yang dinamakan tabarru.

Dengan begitu, dapat diistilahkan jika asuransi Syariah adalah sharing of risk. Dana tersebut nantinya akan dipakai untuk melakukan pembayaran klaim apabila nantinya peserta asuransi mengalami musibah. Sehingga, di dalam penerapannya sendiri, perusahaan asuransi Syariah akan bisa bertindak sebagai pemegang dana dan menginvestasikan atau mengelola dana dari kontribusi peserta.

Oleh karena itu, dapat dikatakan jika perusahaan asuransi adalah hanya berperan sebagai operasional dan bukan sebagai penanggung.  Untuk itu, dalam asuransi berbasis Syariah, memiliki sistem yang menjunjung tinggi yakni asas tolong menolong berdasarkan dana tabarru. Dana tersebut didapatkan dari peserta asuransi sendiri, bukanlah perusahaan asuransi.

Dasar Hukum Dari Asuransi Syariah

Dalam pengertian hukum asuransi Syariah, tentu saja memiliki panduannya tersendiri. Sehingga di dalam penerapannya pun, perusahaan asuransi akan memiliki aktivitas yakni sesuai dengan hukum Islam. Sehingga dapat disyariatkan dan juga disepakati oleh pemerintah. Namun, tentu saja perlu pertimbangan dari berbagai sisi atas hukum Syariah tersebut.

Menurut hukum asuransi Syariah berdasarkan Majelis Ulama Indonesia atau MUI, maka asuransi adalah diperbolehkan. Ada beberapa fatwa dari MUI yang menegaskan bahwa asuransi Syariah bersifat halal. Mulai dari Fatwa No 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah dan  Fatwa No 51/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah.

Selain itu, menurut hukum islam sendiri terdapat surat surat atau ayat yang membolehkan praktik asuransi Syariah ini. Diantaranya adalah Surat Al Maidah Ayat 2, surat An nisa ayat 9 dan juga ada pula HR Muslim dari Abu Hurairah yang menjelaskan tentang hukum dari asuransi Syariah ini.

Manfaat Asuransi Syariah

Tidak hanya memiliki jenis asuransi yang beragam, asuransi Syariah juga mempunyai banyak sekali manfaat. Salah satunya adalah menganut prinsip tolong menolong. Dengan asuransi ini, mengenal istilah yakni risk sharing, yakni berbagi resiko yang mana untuk pembayarannya sendiri peserta akan membayarkan uang kontribusi. Dan untuk dana tersebut akan disalurkan pada peserta lain yang membutuhkan dan mengalami musibah.

Selain itu, asuransi satu ini juga tergolong bebas riba. Hal ini dikarenakan asuransi Syariah tidak mengenal premi.  Adapun akad yang dilakukan pada asuransi ini berbasis Syariah. Sehingga untuk menukarkan premi tersebut bukanlah menggunakan uang klaim. Melainkan dana tersebut merupakan hasil dari gotong royong sesame peserta yang menggunakan asuransi tersebut. Apabila salah satu diantara peserta mengalami musibah, maka iuran dari peserta lain akan digunakan untuk menolong.

Itulah beberapa hal yang perlu anda tahu mengenai asuransi Syariah. Jika anda ingin menggunakan asuransi yang terjamin kehalalannya, maka sebaiknya anda menggunakan jenis dari asuransi ini. Namun, sebaiknya anda juga memiliki tabungan atau dana pribadi. Sehingga apabila terjadi musibah yang membutuhkan biaya besar, terdapat dana  yang bisa langsung digunakan kapan saja dan dimana saja.

Posting Komentar untuk "Mengenal Asuransi Syariah di Indonesia, Intip Manfaat dan Dasar Hukumnya"

banner
banner